JAKARTA-berdemokrasi.com : Paslon nomor urut tiga Pilkada DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Uno akan memenangkan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saeful Hidayat.

Hal itu tercermin dari hasil survei terbaru lembaga riset dan pemantau pemilu New Indonesia yang dilakukan pada 2-9 April 2017 di seluruh wilayah DKI Jakarta. Sebanyak 53,5 persen responden memilih Anies-Sandi. Sedangkan rivalnya, Ahok-Djarot terpilih oleh 38,7 persen dan undecided voter tersisa 7,8 persen.

“Seandainya Pilkada DKI Jakarta putaran kedua dilakukan hari ini, Anies-Sandi unggul jauh atas Ahok-Djarot,” kata Direktur Eksekutif New Indonesia, David Haerantula dalam konferensi pers di Resto Pulau Dua, Jakarta, Minggu (16/4).

Responden yang diambil yang namanya tercantum di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan jumlah sampel sebanyak 440 orang yang diperoleh melalui teknik acak bertingkat (multi-stage random sampling). Survei dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error lebih kurang 4,8 persen.

“Temuan kita lainnya adalah 94,2 persen responden yang memilih Anies-Sandi ternyata sudah mantap memilih paslon ini. Mereka tidak akan berpindah pilihan pada 19 April nanti,” kata David.

Ini berarti, lanjut David, ada kemungkinan Ahok-Djarot menggoyang dukungan calon pemilih Anies-Sandi tinggal sekitar enam persen saja.

“Tetapi kesimpulan ini didasarkan pada asumsi Pilkada putaran kedua berlangsung luber dan jurdil, tidak terjadi kecurangan atau money politics yang masif,” demikian David