JAKARTA-berdemokrasi.com: Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi menegaskan, pihaknya sekarang sedang fokus di perbatasan dan Selat Malaka untuk mencegah terjadinya penyelundupan Narkoba.
Sebelumnya, kata Heru, Bea dan Cukai memang fokus menjaga bandara dan pelabuhan dalam mengantisipasi penyelundup narkoba. Tetapi, para penyelundup itu selalu mencari celah lain untuk melakukan operasinya.
“Kita sekarang ini selain di pelabuhan laut juga di bandara, kita juga fokus di perbatasan dan di selat Malaka. Begitu kita ketatkan di pelabuhan laut mereka kemudian mencari celah di tempat-tempat lain,” ujar Heru di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (23/8/2017)
Pernyataan Heru ini disampaikan menyikapi pengungkapan kasus penyelundupan Sabu seberat 57,54 Kg di Aceh dan Kalimantan Barat yang dilakukan warga negara Malaysia.
Menurut Heru, 17,54 kg sabu hasil pengungkapan di jagoi Babang, Pontianak, Kalimantan Barat, adalah suatu perbatasan dengan Malaysia, letaknya relatif terpencil tetapi di situ ada lalu lintas.
“Nah sekarang Bea Cukai dan BNN serta Polri pastikan bahwa di manapun mereka masuk kita akan datang untuk melakukan penindakan,” kata dia.
Menurut Heru, ini juga terjadi di jalur Selat Malaka. Jadi, mereka (penyelundup narkoba) sekarang menggunakan jalur laut, setelah beberapa waktu lalu ditemukan beberapa kontainer di bandara. Saat ini, ternyata datangnya dari pantai Aceh Utara.
Jadi, kata Heru, mereka dari Penang kemudian menggunakan kapal laut masuk ke pantai di Aceh Utara dan bergerak masuk melalui jalur Sumatera.
Memang yang menjadi sasaran atau target market adalah Jakarta, Medan dan Aceh sendiri. “Saya kira mereka menggunakan jalur yang ada dan resmi, jalur perbatasan darat maupun laut serta pelabuhan tikus untuk memasukkan narkoba,” kata Heru.
Pengungkapan 57,54 Kg sabu ini, menurut Heru, adalah kerjasama yang bagus antara Bea Cukai, BNN dan Polri yang terus melakukan pengawasan sebelum melakukan penindakkan.
“Tentunya untuk memastikan mereka mau masuk jalur manapun kita akan melakukan pengawasan yang optimal,” tegas Heru.
Dirjen Bea dan Cukai mengimbau kepada masyarakat supaya membantu aparatur penegak hukum dalam mengidentifikasi sejak awal.
“Kalau ada yang mencurigakan silakan masyarakat segera menginformasikan ke petugas, terutama di titik rawan di perbatasan Kalimantan Sarawak, kemudian di jalur Selat Malaka,”  kata Heru.(bas)