JAKARTA-berdemokrasi.com : Duta Besar Suriah untuk Indonesia Dr. Ziad Zeheredin menyampaikan perkembangan terakhir di negaranya yang sudah tujuh tahun dilanda perang. “Banyak kota-kota yang sekarang sudah dibebaskan. Selama ini Suriah mengalami fitnah dan konspirasi, “kata Ziad saat bertemu dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon di ruang kerjanya, Kamis (5/10/2017).

Menurut Ziad, Suriah ingin menyelesaikan persoalan di negaranya dengan cara damai. Namun negaranya dirongrong oleh kelompok teroris yang membunuh dan menyandera warga sipil. “Wajar apalagi pemerintah kami ingin mempertahankan negara dan warganya,” Tutur Ziad. Sebab bila pemerintahan tidak dipertahankan, maka rakyat yang akan jadi korban.

Namun dengan banyaknya kota yang dibebaskan, Suriah berangsur pulih. Bahkan, Ziad pun membuka kemungkinan bagi Indonesia untuk ikut membantu negaranya yang porak poranda dilanda perang. “Ekonomi Suriah hancur dilanda perang,” ujarnya.

Sementara Fadli Zon menyambut baik kabar mulai kondusifnya situasi di  Suriah. Menurut Fadli, Suriah adalah titik api konflik dari beberapa negara seperti halnya Irak. “Bila titik apinya berhasil dipadamkan, maka dunia akan damai,” katanya.

Sementaar soal tawaran membangun Suriah, Fadli menyatakan butuh pembicaraan lebih jauh. “Begitu ada peluang, kita akan bicara lebih lanjut,” katanya. Apalagi, para pelaku bisnis di  tanah air juga sudah mulai berani, yaitu membuka peluang di negara-negara lain.

Sebagai cinderamata, Fadli menyerahkan keris sebagai kenang-kenangan yang diterima dengan rasa terimakasih oleh Ziad.