STOCKHOLM – berdemokrasi.com: Bob Dylan, musisi legendaris Ameria Serikat, dinyatakan sebagai pemenang penghargaan Nobel bidang sastra, Kamis (13/10), dan menjadi penulis lagu pertama yang berhasil menyabet penghargaan prestisius tersebut.

Menurut Akademi Nobel Swedia, Bob Dylan, yang musiknya sangat berpengaruh di beberapa generasi penggemarnya, mendapat penghargaan “karena telah menciptakan ekspresi yang puitis dalam tradisi musik Amerika yang hebat.”

Keputusan ini cukup mengagetkan para pemerhati Nobel yang tidak menyangka penghargaan akan diberikan kepada musisi folk rock berusia 75 tahun itu.

Tamu undangan termasuk wartawan yang hadir dalam pengumuman tersebut berseru dan bertepuk tangan riuh saat nama Dylan disebutkan sebagai pemenang.

Dia dulu memang pernah digosipkan sebagai penerima Nobel namun tidak pernah dianggap serius.

Sekretaris permanen Akademi Nobel, Sara Danius, mengatakan, lagu-lagu Dylan adalah “puisi bagi telinga.”

“Bob Dylan adalah penyair hebat dalam tradisi (negara-negara) yang berbahasa Inggris, sejak era William Blake,” tutur Danius.

Dalam catatan biografi Akademi Nobel, Dylan disebutkan telah memperoleh status sebagai seorang ikon dan pengaruhnya pada musik kontemporer sangat mendalam.

Dia terlahir pada 1941 dengan nama Robert Allen Zimmerman di Duluth, Minnesota, dan kemudian belajar memainkan harmonika, gitar dan piano.

Terinspirasi oleh penyanyi folk Woody Guthrie, Zimmerman mengubah namanya menjadi Bob Dylan — kabarnya berasal dari nama penyair Wales, Dylan Thomas — dan mulai tampil di klab malam.

Dia tidak menyelesaikan kuliah dan pindah ke New York pada 1960. Album pertamanya hanya berisi dua lagu orisinil, namun pada album berikutnya berjudul “The Freewheelin’ Bob Dylan” (1963) dia langsung menggebrak, termasuk dengan karya legendaris “Blowin’ in the Wind”.

Karya Dylan memang dinikmati lintas generasi karena sering dinyanyikan ulang oleh musisi-musisi selanjutnya. Termasuk lagu “Knockin’ on Heaven’s Door” yang mulai sering dibawakan oleh group musik Guns N’ Roses sejak 1987.

Dengan bermodal harmonika dan gitar akustik, Dylan melawan ketidakadilan sosial, perang dan rasisme, sehingga dia dengan cepat berubah menjadi pejuang hak sipil dan dalam periode tiga tahun saja telah menciptakan 300 lagu.

Dylan pertama kali melakukan tur di Inggris pada 1965, dan pada tahun yang sama membuat marah para penggemarnya yang beraliran folk karena dia menggunakan gitar listrik di Newport Folk Festival di Rhode Island.

Karir Dylan sempat terhenti pada 1966 ketika dia cedera cukup parah akibat kecelakaan sepeda motor dan produksi albumnya melambat pada 1970-an.

Dylan telah memenangi 11 penghargaan Grammy, satu penghargaan Golden Globe, dan bahkan satu Piala Oscar (2001) untuk lagu “Things have Changed” dalam film “Wonder Boys.”

Penghargaan Nobel ini memang cukup mengejutkan, namun untuk bidang sastra panitia Nobel memang acapkali memperluas definisi sastra itu sendiri. Mantan perdana menteri Inggris Winston Churchill misalnya, mendapat Nobel sastra pada 1953 karena pidato-pidatonya di masa perang.