Politik

Delapan Desain Kotak Suara Transparan Disiapkan KPU

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman berbicara dalam acara "Coffee Morning" di KPU RI, Jakarta, Selasa (2/5). Dalam acara yang bertujuan untuk mengenal lebih dekat para Komisioner KPU RI periode 2017-2022 itu Ketua KPU Arief Budiman menekankan pentingnya tiga hal untuk membangun pemilu yang lebih baik dan berkualitas yaitu transparasi, integritas, dan kejujuran. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww/17.

JAKARTA-berdemokrasi.com: Delapan desain kotak suara transparan yang akan digunakan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah dipersiapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Desain yang tepat nanti akan ditentukan melalui pembahasan dengan DPR

“Kurang lebih delapan desain,” kata Arief Budiman, Ketua KPU, di Kantor KPU, Jakarta, Senin (7/8/2017).

Dari delapan desain tersebut, menurut  Arief, empat berbahan dasar karton dan empat berbahan dasar plastik. Variasi kotak berbahan dasar karton terdiri dari satu, dua, tiga, hingga empat sisi transparan, sedangkan yang berbahan dasar plastik hanya dibedakan berdasarkan tingkat kecerahan plastik yang digunakan.

“Nanti (kotak suara) yang plastik itu ada beberapa model, ada yang terang semuanya, tetapi ada juga yang agak buram,” terangnya.

Terkait biaya untuk memproduksi kotak suara tersebut, lanjut Arief, pihaknya belum menentukan anggarannya. Pasalnya, biaya produksi bergantung bahan dan desain yang dipilih.

“Tergantung nanti yang dipilih, apakah kotak berbahan dasar plastik atau berbahan dasar karton, atau gabungan keduanya. Lalu desainnya bagaimana? Misalnya, harga yang berbahan dasar karton Rp 100.000 dan yang berbahan dasar plastik dua kali lipatnya. Tinggal dikalikan jumlah kotak suara yang dibutuhkan saat Pemilu 2019,” katanya.

Pemilu 2019, KPU membutuhkan sekitar 3 juta kotak suara dengan asumsi jumlah pemilih per TPS antara 200 sampai 500 pemilih. Jika harga satu kotak suara Rp 200.000, maka biaya yang dibutuhkan untuk produksi kotak suara Rp 600 miliar, belum termasuk biaya distribusi.

Arief juga mengatakan, sampai saat ini KPU menyimpan 1,8 juta unit kotak suara yang masih bisa digunakan. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah kotak suara itu bisa digunakan atau tidak jika mengacu pada UU Penyelenggaraan Pemilu yang berlaku. Dalam UU Pemilu yang baru, antara lain disebutkan perlengkapan kotak suara untuk pemungutan suara harus bersifat transparan.

Share:

Leave a reply