JAKARTA – berdemokrasi.com: Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) genap berusia sepuluh tahun pada 6 Februari kemarin. Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon, yang juga Wakil Ketua DPR RI, menyatakan di usia menginjak satu dekade, Partai Gerindra kini semakin percaya diri dan siap memenangkan Pemilu 2019.

“Selama sepuluh tahun ini Gerindra telah tumbuh menjadi salah satu partai besar dan berpengaruh. Pada Pemilu pertamanya di tahun 2009, Gerindra langsung masuk delapan besar dengan meraih 26 kursi DPR RI. Itu capaian yang bagus, mengingat saat itu Gerindra baru berusia setahun.”

“Lima tahun sesudahnya, pada Pemilu 2014, Gerindra berhasil masuk tiga besar. Jumlah perolehan kursi naik menjadi 73, artinya melonjak hingga sekitar 200 persen. Sesudah Reformasi, lonjakan suara Gerindra empat tahun lalu itu merupakan rekor baru, memecahkan rekor lonjakan suara Partai Demokrat pada Pemilu 2009.”

“Bisa masuk ke jajaran tiga besar tentu saja menunjukkan adanya peningkatan dukungan rakyat kepada kami. Itu artinya rakyat percaya kepada kami, merasa terwakili oleh program-program dan apa yang disuarakan oleh Partai Gerindra selama ini. Dukungan tersebut juga tercermin dari hasil Pilkada serentak 2015 dan 2017, di mana Gerindra berhasil meraih angka kemenangan di atas 50 persen. Dari sisi kaderisasi, kami juga mencapai banyak kemajuan. Ini bisa dilihat dari 70 persen kandidat kepala dan wakil daerah dalam pilkada serentak merupakan kader internal.”

“Jika tak ingin ditinggalkan rakyat, Gerindra tentu tak boleh mengkhianati kepercayaan mereka. Seperti yang sering disuarakan ketua umum kami, Pak Prabowo Subianto, kader-kader Gerindra harus disiplin menjaga amanat tersebut, baik pada saat kami berada di luar pemerintahan, maupun jika kelak kami memegang kekuasaan pemerintahan.”

“Alhamdulillah, pada 2014 dan 2016 Gerindra menjadi partai politik paling transparan menurut Komisi Informasi Publik (KIP). Itu menandakan Gerindra berkomitmen menjadi organisasi politik yang transparan, modern dan profesional. Itu sebabnya kami optimis, dengan terus menjaga konsistensi, Gerindra bisa menjadi partai pemenang Pemilu di tahun 2019.”

“Menginjak usia sepuluh tahun, sebagai sebuah organisasi Gerindra tentu harus mulai berpikir strategis. Organisasi ini harus semakin berpijak pada ideologi, gagasan dan kaderisasi. Jika tidak, kami bisa saja digilas oleh roda pasang-surut yang ekstrem, seperti yang pernah dialami oleh sejumlah partai lain. Karena itu, di ulang tahun Gerindra ini, saya ingin mengajak kepada seluruh kader agar tidak terlena. Yang harus kita kedepankan adalah ide dan gagasan serta keberpihakan pada rakyat.”

“Salah satu gagasan yang telah menjadi trade mark Partai Gerindra adalah Ekonomi Kerakyatan. Itu merupakan ideologi pembangunan partai kami, bahwa pembangunan mestinya berpusat pada rakyat, bukan bertumpu pada proyek infrastruktur jalan. Saat ini, misalnya, kita ribut mengenai kenaikan harga beras, tapi mengabaikan bagaimana sesungguhnya nasib para petani beras. Jika stok pangan menurun, pemerintah sibuk mengimpor beras, tanpa mempertimbangkan bagaimana dampaknya terhadap petani.”

“Di tempat lain, kita membangga-banggakan jumlah kapal nelayan asing yang berhasil ditenggelamkan, serta klaim populasi ikan yang meningkat, seolah itu adalah ukuran keberhasilan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Padahal, pada saat bersamaan, nelayan kita masih menjadi kelompok termiskin, bahkan sempat menjadi kelompok yang rentan terkena kriminalisasi gara-gara persoalan alat tangkap.”

“Kami mendengarkan keluh kesah rakyat atas situasi yang mereka hadapi saat ini. Liberalisasi investasi, banjir tenaga kerja asing, penciptaan utang baru yang jor-joran, kini terbukti telah memukul kehidupan rakyat dan menekan perekonomian kita. Semua itu harus segera dikoreksi. Seluruh kader Gerindra harus berkepentingan untuk mengkoreksi semua itu.”

“Bagaimana caranya? Menangkan Pemilu Legislatif dan jadikan Ketua Umum DPP Partai Gerindra sebagai Presiden Republik Indonesia pada 2019! Itu jalan yang harus kita tempuh untuk mengubah carut-marut negeri kita yang makin salah urus hari ini”.