MONGOLIA-berdemokrasi.com: Annual Democracy Forum (ADF)  kini sedang berlangsung di Ulaanbaatar, Mongolia. Forum ini bertujuan untuk  memberi  kesempatan kepada para pelaku yang terlibat dalam transisi demokrasi di Asia Pacifik  untuk menyampaikan pengalaman yang telah mereka jalani.

Sekjen International Democracy and Electoral Assistance (IDEA) Yves Letterme mengatakan, transisi demokrasi yang menjadi agenda dalam ADF ini diantaranya adalah transisi demokrasi  yang pernah terjadi di Indonesia, Filipina, dan Mongolia.

“Mongolia sendiri revolusi demokrasi terjadi pada 1990 yang dilakukan oleh pergerakan anak mudanya,” ujar Yves Letterme dalam pidato pembukaan ADF di Best Western Premier Tuushin Hotel Ulaanbaatar, Mongolia, Kamis (25/8/2016).

Letterme yang juga mantan Perdana Menteri Belgia ini lebih lanjut mengatakan, beberapa negara Asia selalu berkonsolidasi termasuk dalam reformasi konstitusinya, dalam pemilu, dan pertumbuhan ekonominya.

“Dalam abad 21 ini, membawa mereka untuk lebih memperhitungkan hal-hal yang tepat secara langsung, partisipasi dan lebih erat lagi, terutama dalam bidang ekonomi. Dilakukan oleh generasi mudanya dimana pemerintah membutuhkan respon yang cepat,” kata Letterme.

Menurut dia, transisi demokrasi lainnya adalah yang terjadi di Bhutan, Nepal, Kyrgiztan, dan yang sedang terjadi sekarang yaitu Myanmar. Negara-negara lainnya demokrasi gagal setelah terjadi transisi, sehingga hal inilah yang akan dibahas dalam dialog ADF.

Letterme berharap, dalam ADF ini Mongolia ataupun negara-negara lainnya bisa berbagi pengalaman dan ide-idenya untuk transisi demokrasi bagi negara- negara yang saat ini sedang berproses ke arah demokrasi yang lebih baik.

Dalam ADF ini, Indonesia memang dianggap penting dalam hal transisi demokrasi, sehingga ditunjuk sebagai pembicara diantaranya Presiden Global Organization of Parliamentarian Against Corruption (GOPAC) yang juga Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Gubernur Lemhanas Agus Widjojo, dan anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Hamdani.

IDEA sendiri merupakan Non Government Organization (NGO) Internasional yang fokus berkerja sama dengan organisasi-organisasi dunia lainnya, baik yang dibentuk oleh pemerintah maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) politik.(bas‎)