DOHA-berdemokrasi.com: Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon hari Minggu, (21/01/2018) waktu Doha, Qatar, diterima Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar, H.E. Mr. Soltan bin Saad Al-Muraikhi. Pertemuan yang dilakukan di gedung Kementerian Luar Negeri Qatar tersebut dihadiri sejumlah anggota delegasi Indonesia, yaitu Biem Benjamin (Fraksi Gerindra), Kartika Yudhisti (Fraksi PPP), OO Sutisna (Fraksi Gerindra), dan didampingi oleh Duta Besar Indonesia H.E. Basir Sidehabi. Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan delegasi ke Qatar untuk memenuhi undangan dari Ketua Majelis Syura (Parlemen) Qatar.

“Indonesia memiliki hubungan sangat dekat dengan Qatar, baik di level pemerintah maupun parlemen. Itu sebabnya Majelis Syura Qatar mengundang kunjungan kerja untuk mengadakan sejumlah pertemuan. Bagi Qatar, meskipun terpisah jarak yang cukup jauh, Indonesia memiliki posisi khusus di mata Qatar.”

“Dalam pertemuan tersebut, H.E. Mr. Soltan bin Saad Al-Muraikhi menyampaikan apresiasinya terhadap Indonesia yang telah menjadi negara demokrasi muslim terbesar di dunia. Qatar melihat keberhasilan demokrasi di Indonesia telah menginspirasi banyak negara. Demokrasi di Indonesia mampu tumbuh sesuai dengan nilai, sejarah, dan struktur sosial dan budaya masyarakatnya. Dan ini menjadi inspirasi banyak negara.”

“H.E. Mr. Soltan bin Saad Al-Muraikhi juga melihat keberhasilan Indonesia dalam menumbuhkan nilai-nilai toleransi. Beliau menekankan, sebagai negara muslim, Qatar dan Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk mempromosikan toleransi dan ajaran Islam yang _rahmatan lilalamiin_ kepada seluruh dunia. Sebab ini adalah upaya paling efektif untuk mencegah berkembangnya terorisme. Salah satu keprihatinan kita, saat ini masih banyak yang salah kaprah memandang ajaran Islam diidentikan dengan terorisme. Itu pandangan yang harus diluruskan. Terorisme tak ada kaitannya dengan agama apapun, termasuk dengan Islam. Sebaliknya dalam setiap agama ada kelompok fundamentalis.”

“Dalam kesempatan ini, Menteri Negara Luar Negeri Qatar juga menghargai peran aktif Indonesia dalam menangani pengungsi Rohingnya. Ia menekankan, kehadiran Indonesia dan Qatar di Rohingnya, lebih dari alasan kemanusiaan. Ini tanggung jawab sesama saudara yang harus kita tolong. Sebab jika kita tidak bertindak untuk Rohingya, peran dunia Islam- termasuk Qatar dan Indonesia- akan dicatat buruk di dalam sejarah.”

“Mereka juga berterima kasih atas posisi Indonesia dalam krisis teluk saat ini. Sudah 8 bulan Qatar menghadapi blokade dari empat negara tetangga yaitu Saudi Arabia, UEA, Bahrain, dan Mesir. Atas situasi tersebut, Qatar melihat posisi Indonesia adalah sikap independen, dewasa dan bijaksana. Terlebih lagi dengan kedatangan delegasi parlemen Indonesia ke Qatar. Hal ini membuat Qatar semakin yakin bahwa Indonesia bersama Qatar. Ini bukti bahwa Indonesia dan dunia internasional dapat melihat krisis teluk ini secara obyektif.”

“Mewakili delegasi Indonesia, saya menyampaikan Qatar memiliki peran strategis bagi dunia. Saya setuju pandangan bahwa demokrasi dapat tumbuh baik di setiap negara, sejauh disesuaikan dengan nilai, sejarah, dan budaya negara tersebut. Sebab demokrasi bukan _one size fits all system._ Itu sebabnya setiap negara harus saling menghormati kedaulatan negara lain, tidak melakukan intervensi terhadap urusan politik dan kebijakannya.”

“Begitupun dengan semangat mempromosikan nilai-nilai toleransi Islam kepada dunia. Saya sangat setuju dan menyambut baik ajakan Qatar untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang tersebut. Terorisme yang selama ini banyak dikaitkan dengan Islam adalah pandangan menyesatkan. Bahkan untuk situasi di Indonesia, tidak pernah ada bentuk kekerasan teroris seperti bom bunuh diri, sebelum peristiwa 9/11. Jadi, bagi Indonesia sendiri, terorisme adalah fenomena ancaman keamanan yang baru.”

“Saya juga menyampaikan keprihatinan atas blokade Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir yang diberlakukan terhadap Qatar. Keputusan blokade secara mendadak tersebut sangat disayangkan. Sebab saya tak melihat alasan yang cukup kuat untuk menerapkan blokade terhadap Qatar. Dalam hal ini, sesuai konstitusi Indonesia, saya melihat blokade terhadap Qatar hanya akan memunculkan potensi konflik yang lebih besar yang justru akan merugikan semua pihak terkait.”

“Karena itu, saya melihat sikap Qatar yang tak terprovokasi, sudah tepat. Sehingga, meski dalam situasi blokade, kehidupan masyarakat Qatar tidak ada yang berubah, tetap stabil seperti biasa. Bahkan saya lihat Qatar semakin kuat dan solid.”

“Indonesia dan Qatar sama-sama berharap agar pertemuan ini dapat memperkuat hubungan kedua negara. Saya juga ikut mendorong Qatar meningkatkan investasinya di Indonesia. Masih banyak peluang yang bisa Qatar optimalkan.”

“Menteri Negara Urusan Luar Negeri H.E.Soltan bin Saad Al-Muraikhi, menyambut baik ajakan tersebut. Krisis saat ini, tak akan mempengaruhi perhatian investasi Qatar terhadap negara sahabat. Bahkan ia menegaskan bahwa bagi Qatar, investasi di Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, adalah prioritas.”