JAKARTA-berdemokrasi.com: Nurul Fahmi, aktivis Islam yang ditangkap karena dugaan melakukan penghinaan terhadap simbol Negara bendera Merah Putih, akhirnya Selasa (24/1/2017) ditangguhkan penahanannya dari Polres Metro, Jakarta Selatan.

Aktivis Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (Pushami), Azis Januar selaku anggota tim kuasa hukum aktivis yang hafidz quran ini, dibebaskan atas jaminan dari keluarga, dari Ustadz Arifin Ilham, dan tim pengacara.

Penangguhan penahanan dikabulkan dengan mempertimbang bahwa Fahmi dan tim pengacara kooperatif, menghargai proses pemeriksaan oleh polisi, dan yang bersangkutan memiliki anak baru lahir hingga membutuhkan pendampingan dari ayahnya.

“Ditambah Fahmi juga hafidz quran serta berperilaku baik dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan pidana dimaksud. Maka pihak kepolisian memberikan penangguhan penahanan kepada saudara Fahmi. Allahu Akbar!,” ujar Azis Januar.

Nurul Fahmi ditangkap aparatur kepolisian, Kamis malam (19/1/2017), dengan tuduhan membawa bendera merah putih dibubuhi kalimat tauhid saat Aksi Bela Ulama 161 di depan Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (16/1/2017).

Wakil Ketua DPR RI Dr. Fadli Zon, M.Sc., Selasa siang (24/1/2017), berencana menjenguk Nurul Fahmi di tahanan Mapolres Metro, Jakarta Selatan, namun setelah menerima kabar bahwa Nurul Fahmi telah dibebaskan maka kunjungan itu dibatalkan.