JAKARTA-berdemokrasi.com: Koalisi kekeluragaan yang terdiri atas 7 partai politik  yakni PDIP, Gerindra, PKB, PAN, PPP, PKS, dan Demokrat dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 menunjukkan indikasi bahwa adanya kesepakatan untuk mengusung calon lain sebagai rival calon Gubernur DKI petahana di Pilkada 2017.

Berbicara di Jakarta, Selasa (9/8), pengamat politik dari Universitas Jayabaya, Igor, menilai,  keberadaan koalisi kekeluargaan itu menunjukkan sedikitnya lima indikasi. Pertama, koalisi itu mengindikasikan keinginan untuk tidak mendukung calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam pilkada tahun depan.

Kedua, koalisi tersebut menunjukkan ada kesepakatan dari ketujuh partai politik untuk mengusung pasangan kandidat lain yang potensial untuk menghadapi petahana di Pilkada DKI Jakarta. Ketiga, memberikan sinyal kepada tiga partai politik pendukung petahana yaitu Golkar, Nasdem, dan Hanura bahwa mekanisme parpol untuk melakukan penjaringan kandidat yang akan maju dalam kontestasi pilkada adalah hal yang penting untuk penguatan partai politik ke depan.

Keempat, memberikan tempat bagi aspirasi publik yang menginginkan pergantian kepemimpinan di DKI Jakarta. Kelima, memberikan tekanan kepada pengurus pusat partai masing-masing bahwa selama ini keputusan partai mengusung calon kepala daerah masih ditentukan elit atau oligarki partai.

Menurut Igor, koalisi seperti ini paling potensial mengalahkan petahana.