JAKARTA-berdemokrasi.com: Selasa (26/07) kemarin tepat 50 tahun usia majalah sastra Horison. Majalah sastra paling bergengsi di tanah air ini lahir dari tangan-tangan seniman besar Indonesia, yang peduli dan ingin selalu memajukan sastra Indonesia. Mereka antara lain almarhum Mochtar Lubis, almarhum HB Jasin, Taufik Ismail, dan Arif Budiman.

Pada September 1993, sastrawan dan budayawan senior Danarto dan Ikranagara menawari Fadli  masuk jajaran redaksi majalah sastra Horison. Usia Fadli kala itu masih sangat muda, bahkan belum lulus kuliah dari UI. Namun, karena ajakan para  seniman senior Fadli pun bergabung hingga menduduki posisi redaktur di sana.

“Dari situ saya banyak berinteraksi dengan berbagai sastrawan senior. Banyak bergaul dan menimba ilmu dari mereka,” kata Fadli. Dan, memang, sejak kuliah di Fakultas Sastra UI, salah satu kegiatan Fadli adalah mengadakan seminar tentang sastra.

Fadli mengaku bersyukur bisa berinteraksi dengan seniman-seniman hebat yang dimiliki Indonesia.  “Insya Allah, kita semua bisa seperti mereka yang telah memajukan dunia seni dan budaya,” katanya.