JAKARTA-berdemokrasi.com: Fadli Zon Library bekerjasama dengan PDS HB. Jassin dan Akademi Jakarta menggelar acara ‘Mengenang 100 tahun HB Jassin” pada Senin, 31 Juli 2017 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki. Acara mengenang HB Jassin diramaikan musikalisasi puisi, pembacaan puisi, pembacaan testimoni, juga orasi budaya oleh Ajip Rosidi.
Beberapa sastrawan yang turut hadir sekaligus membacakan testimoni tentang HB Jassin, di antaranya Taufiq Ismail, Maman Mahayana, Taufik Abdullah,  Jose Rizal Manua, Linda Djalil, Ratih Sang,  Dipo Alam,  Abrory A Djabbar, Hussyen Umar, Taufik Abdullah dan Neno Warisman.
Selain pembacaan testimoni dan orasi budaya dari Ajip Rosidi, acara juga semakin meriah dengan hadirnya penampilan musikalisasi puisi Ahmad Khalifah & Doddy BP serta Dima Miranda.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang juga pendiri Fadli Zon Library menyatakan, acara mengenang HB Jassin ini menjadi penting dilaksanakan di tengah masyarakat Indonesia yang abai terhadap soal-soal dokumentasi dan rendahnya kesadaran sejarah.
Sejarah mencatat,  HB Jassin adalah pemelihara dokumentasi sastra terpenting di Indonesia. “Secara sederhana, ini cara kami memberi penghormatan pada HB Jassin. Upaya mengingat kembali bagaimana jerih payah dan usaha ikhlas HB Jasin mencatat perjalanan kesusastraan Indonesia,” ungkapnya.
HB Jassin menjadi penting dalam peta kesusastraan Indonesia karena sepanjang hidupnya HB Jassin menumpahkan perhatiannya mendorong kemajuan sastra-budaya di Indonesia. Berkat ketekunan, ketelitian dan ketelatenannya, ia dikenal sebagai kritisi sastra terkemuka sekaligus dokumentator sastra terlengkap. HB Jassin adalah seorang dokumentator kesusastraan Indonesia yang melahirkan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin.
Ketekunan HB Jassin dalam mengumpulkan dokumentasi sastra di Indonesia tak sia-sia, atas prakarsa Ajip Rosidi dan beberapa tokoh lain, pada 28 Juni 1976 dibentuklah sebuah wadah yang bernama Yayasan Dokumentasi HB Jassin. Kemudian pada 30 Mei 1977 diresmikan berdirinya Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin (PDS HB Jassin) yang berlokasi di dalam Kompleks Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya no 73, Jakarta Pusat.
PDS HB Jassin adalah wujud kesadaran dokumentatif Jassin dengan spirit yang tinggi dan kuat terhadap kesusastraan Indonesia sejak muda hingga akhir hayat. “Saya kira, hingga hari ini, tak ada seorang pun di negeri ini yang memiliki kesadaran dokumentasi seperti dia. Ia mewariskan harta karun dokumentasi sastra Indonesia, sebuah kekayaan nasional (national treasure),” ungkap Fadli Zon.