KUALA LUMPUR – berdemokrasi.com: Najib Razak, Perdana Menteri Malaysia, meminta anggota partai penguasa dan para pendukungnya untuk bersiap menghadapi pemilihan umum. Ini adalah salah satu sinyal terkuat yang mengisyaratkan pemimpin negara Jiran ini siap menggelar pemilu lebih awal.

Dengan masa jabatannya yang akan berakhir di paruh kedua tahun depan, Najib berharap, bisa mendapatkan mandat kekuasaan baru di tengah skandal korupsi miliaran dolar dan revolusi internal yang dipimpin oleh mentornya sendiri.

“Saya ingin bertanya pada kalian semua, apakah kita cukup kuat? Apakah kita siap? Bisakah kita membubarkan Parlemen besok?” seru Najib..

Puluhan ribu anggota partai yang berbaju merah, sesuai dengan warna partai, memenuhi tribun utama stadion, bersorak dan menyanyikan lagu partai selama beberapa jam sembari menunggu Najib berpidato. Perayaan hari jadi ini dapat dikatakan yang terbesar sejak Najib menjabat sebagai Perdana Menteri, 2009 lalu.

Pemilu selanjutnya baru akan diselenggarakan pada 2018. Namun, setelah berkelit dari skandal korupsi di yayasan 1Malaysia Develoment Berhad (1MDB), Najib diperkirakan bakal memanfaatkan kekacauan partai oposisi dan menggelar pemilihan tahun ini.