NEW YORK – berdemokrasi.com:  Para anggota negara Islam di PBB mengutuk pameran foto yang diadakan Israel di markas organisasi internasional tersebut di New York, Amerika Serikat. Mereka mengutuknya akibat pada foto tersebut tertera tulisan Yerusalem sebagai ibu kota warga Yahudi.

Sebagaimana dilansir dari Al Jazeera, Minggu (22/5/2016) para anggota perwakilan negara Islam mengatakan langkah Israel tersebut adalah sebuah bentuk pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB.

Karena berdasarkan resolusi tersebut wilayah Yerusalem Timur dan seluruh teritori Palestina yang dikontrol oleh Israel semenjak 1967 dianggap sebagai wilayah okupasi.

Sebenarnya pada 3 April 2016, PBB sudah menolak untuk menunjukkan tiga foto yang ada di pameran tersebut karena bersifat kontradiksi dengan posisi PBB terkait isu Palestina-Israel.

Dilaporkan karena penolakan ini, Duta Besar Israel untuk PBB mengirimkan surat yang dianggap memiliki pesan ‘kuat’ kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon. Akibat tekanan inilah, akhirnya pada Kamis 19 Mei 2016 PBB mengizinkan tiga foto tersebut dipamerkan.

Kritikan dan pengutukan dari para negara Islam sebenarnya menitikberatkan kepada foto yang bertuliskan ‘Yerusalem adalah ibu kota abadi dari Israel’. Tampaknya, aksi dari Negeri Zionis tersebut untuk menunjukkan justifikasi kedaulatan mereka terhadap Yerusalem (Kemal)