Gelora

Prabowo–Hatta Indonesia Bangkit!

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon (kanan) melakukan blusukan didampingi Dirut PD Pasar Jaya Djangga Lubis (kiri) dan Komedian Komeng (tengah) di Pasar Induk Kramat Jati, Senin (16/6). Blusukan tersebut dalam rangka sosialisasi dan kampanye Pilpres pasangan Capres Cawapres nomer urut 1 Prabowo-Hatta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Asf/pd/14.

Tanggal 9 Juli 2014, bangsa Indonesia menghadapi Pemilu Presiden – Wakil Presiden. Momentum penting untuk memilih pemimpin selama lima tahun ke depan. Jika salah menentukan pemimpin, kita menanggung akibatnya. Bukan hanya berdampak lima tahun, tapi bisa lima puluh tahun ke depan.

Hanya ada dua pasangan Capres – Cawapres yang telah ditetapkan KPU. H. Prabowo Subianto – H. Ir. Hatta Rajasa yang mendapatkan nomor urut 1, serta Ir. Joko Widodo – Jusuf Kalla yang menempati nomor urut 2.

Indonesia membutuhkan pemimpin yang jujur, tegas, cerdas, dan mau melayani masyarakat. Pertama, pemimpin jujur adalah pemimpin yang satu kata dengan perbuatan. Apa yang dikatakannya, itulah yang dilakukannya. Ditengah begitu maraknya korupsi, kejujuran menjadi nilai penting dalam memilih pemimpin. Jujur dan bersih menjadi satu hal yang tak bisa dipisahkan.

Kedua, pemimpin harus tegas, terutama dalam mengambil keputusan. Seorang pemimpin yang tegas, adalah yang berani mengambil resiko dalam menjamin keputusan demi kepentingan nasional. Ketiga, pemimpin harus cerdas, tahu bagaimana menyelesaikan berbagai persoalan. Kecerdasan seorang pemimpin sangat penting, karena hal ini menunjukan apakah ia bisa membawa bangsa kita keluar dari berbagai persoalan yang ada. Keempat, pemimpin bukan hanya sekadar pencitraan. Harus mau mengorbankan segenap jiwa, raga, waktu, tenaga dan pikirannya untuk melayani masyarakat.

Jika kita cermati dengan seksama, keempat hal tersebut ada pada diri Prabowo – Hatta.

Prabowo sudah teruji nasionalismenya. Ia selalu berkata apa adanya, tak mau berpura-pura dalam pencitraan semu. Prabowo selalu tegas dalam bersikap. Kecerdasan Prabowo sudah teruji. Ia memaparkan visi misinya dalam membangun bangsa di berbagai kesempatan di dalam maupun di luar negeri. Prabowo juga tanpa ragu mengabdikan hidupnya untuk melayani masyarakat. Pada usia yang sangat muda, 16 tahun, Prabowo bersama Soe Hok Gie, Jusuf Abraham Rawis dan aktivis lainnya mendirikan lembaga swadaya masyarakat pertama di Indonesia bernama Lembaga Pembangunan. Mengorganisir mahasiswa Indonesia untuk turut serta dalam menjalankan berbagai usaha kerakyatan, diantaranya pembangunan infrastruktur desa. Kini, Prabowo juga mengabdikan hidupya sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Ketua Dewan Penasehat Induk Koperasi Unit Desa (INKUD), dan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI).

Sedangkan Hatta Rajasa sosok berpengalaman dalam pemerintahan. Menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia (2001–2004), Menteri Perhubungan Indonesia (2004–2007), Menteri Sekretaris Negara (2007–2009), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia (2009–2014).

Pasangan Prabowo–Hatta adalah pasangan yang saling melengkapi. Kombinasi latar belakang militer – sipil, Jawa – luar Jawa. Prabowo menguasai bidang sosial, politik, ekonomi dan Hankam. Sedangkan Hatta handal dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

Tanggal 9 Juli 2014, Bangsa Indonesia memiliki kesempatan untuk bangkit. Pilih Prabowo – Hatta! Pilih jalan kebangkitan Indonesia Raya

Share:

Leave a reply