Kolom

SELAMAT DATANG GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR BARU

anies-sandi1

Hiruk pikuk karangan bunga dari berbagai instansi dan anggota masyarakat di taruh di depan balaikota. Namun  sayangnya kondisi Jakarta paska di tinggal ahok pergi tidak seperti bunga yang indah pada karangan bunga. Jakarta meninggalkan banyak masalah ditinggal ahok pergi dari mulai kemacetan hingga banjir, dari penggangguran hingga urbanisasi, dari kemiskinan hingga upah murah. Hal ini harus cepat di benahi. Belum lagi persoalan rumah susun tempat orang di gusur. Semua menjadi pekerjaan rumah gubernur baru yaitu Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Shalahudin Uno.

Maka sepantasnya karangan bunga tidak perlu di kirimkan, karena hanya seremonial dan tak ada gunanya. Bayangkan jika uang karangan bunga tersebut di berikan kepada fakir  miskin, tentu akan lebih berguna . cukup gaya ahok yang buang buang uang dan merusak lingkungan dengan ratusan karangan bunga paska kekalahanya. Gubernur yang baru harus menunjukkan jati dirinya, terhadap pembelaan rakyat, bukan pembelaan karanagn bunga yang tak berguna.

Tatangan Anies Sandi di 100 hari pertama

Tantangan terbesar Anies Sandi dihari pertama kerja adalah reklamasi yang di cabut oleh Menko Maritim dan DP 0  persen yang di janjikan. Mengapa reklamasi menjadi tantangan terbesar pertama ? karena reklamasi menyangkut kepentingan investor yag besar yang melibatkan para pendukung presiden dan kawan kawan. Bayangkan uang trilyunan yang telah digunakan untuk menguruk teluk Jakarta akan hilang begitu saja jika Anies Sandi menyetop reklamasi.

Pantas sebelum Anies Sandi memimpin Jakarta pemerintah pusat sudah menyatakan mengambil alih persoalan reklamasi walaupun melawan UU sekalipun. Belum lagi tantangan dari para investor yang siap menggoyang gubernur baru jika menstop rekelamasi. Bagi para investor nasi sudah menjadi bubur, jika reklamasi dihentikan besar kemungkinan akan menjatuhkan beberpa perusahaan properti besar di tanah air. Dan ujungnya membuat ekonomi terganggu.

Sebagai contoh nyata adalah proyek Meikarta di Jawa Barat, di mana pemda Jawa barat di paksa mengijinkan proyek tersebut dengan berbagai alasan. Mampukah Anies Sandi mengatasi persoalan reklamasi ini ?

Tantangan lainnya adalah DP 0 persen yang dijanjikan, karena jika reklamasi di stop para investor banyak akan menarik diri dari program tersebut. Dan kemungkinan program tersebut akan di boikot oleh konglomerat dan pemerintah pusat. Sehingga ini menjadi persoalan serius.

Dua tantangan ini menjadi PR yang serius buat gubernur baru, karena inilah pertempuran yang tak akan berhenti setelah ahok jatuh. Karena ahok di dukung oleh dana reklamasi sementara Anies Sandi di dukung rakyat Jakarta. Siapakah yang akan menang dalam pertempuran ini ? ahok dan investor atau rakyat Jakarta ? wallahualam…

Indah Pertiwi.

 

Share:

Leave a reply