GLASGOW-berdemokrasi.com: Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil menyabet gelar juara di ajang Kejuaraan Dunia 2017. Titel juara dunia diraih Tontowi/Liliyana usai membekuk pasangan ranking satu dunia, Zheng Siwei/Chen Qingchen (Tiongkok), dengan skor 15-21, 21-16, 21-15, di Emirates Stadium, Glasgow, Minggu (27/8/2017) atau Senin (28/7/2017) dinihari.

Zheng/Chen mengawali pertandingan dengan agresif dan terus menekan. Ganda nomor satu dunia tersebut terus memimpin dalam perolehan poin dan unggul 11-9 saat interval.

Tontowi/Liliyana mengejar dengan meraih dua poin beruntun hingga kedudukan menjadi 11-11. Namun, momentum tersebut tak bertahan lama. Zheng/Chen kembali bermain menyerang hingga terus unggul dan akhirnya menyudahi gim pertama dengan skor 21-15.

Pada gim kedua, Zheng/Chen masih berusaha mendominasi permainan. Ganda Cina tersebut lagi-lagi memimpin perolehan poin, hingga skor 7-7.

Skor 7-7 menjadi titik balik bagi Tontowi/Liliyana. Giliran ganda campuran Indonesia yang mengambil alih kendali pertandingan. Mereka mengubah pola bermain lebih agresif dengan tak lagi banyak mengangkat shuttlecock ke atas. Taktik tersebut terbukti jitu dan sangat menyulitkan ganda Cina. Saat interval, Owi/Butet unggul 11-8.

Tontowi/Liliyana tak membiarkan momentum positif tersebut lepas begitu. Mereka terus menekan pasangan Cina hingga memenangi gim kedua dengan skor 21-16.

Di gim ketiga, Tontowi/Liliyana semakin menekan Zheng/Chen dan unggul 11-1 di interval game. Zheng/Chen semakin frustrasi dan berusaha mencari jalan keluar untuk menghadang perlawanan Tontowi/Liliyana. Namun lagi-lagi Tontowi/Liliyana tak dapat dihentikan, mereka betul-betul memegang kendali.

Tontowi/Liliyana benar-benar sudah di atas angin. Zheng/Chen tak bisa berbuat banyak membendung serangan-serangan Tontowi/Liliyana. Medali emas akhirnya masuk genggaman Tontowi Ahmad/Liliyana setelah menyegel kemenangan pada gim ketiga dengan skor 21-15.

Ini adalah gelar juara dunia kedua bagi Tontowi, sebelumnya ia dan Liliyana juga menduduki tahta juara dunia di Guangzhou, Tiongkok, pada 2013. Sedangkan bagi Liliyana, gelar ini merupakan gelar keempat. Dua gelar sebelumnya diraih Liliyana pada tahun 2005 dan 2007 bersama Nova Widianto.